MENULIS MEMBUATKU NAIK KELAS DAN BERPRESTASI
Tema
: Menulis Membuatku Naik
Kelas dan Berprestasi
Narasumber
: Aam Nurhasanah, S.Pd
Gelombang
: 19
Moderator
: Maesaroh
Malam ini adalah
pertemuan ke-6 kelas menulis bersama Om Jay PGRI. Lagi-lagi kasus yang sama menimpa laptop
kesayanganku sehingga dengan perasaan gundah namun rasa penasaran tetap kuikuti
kuliah malam ini. Walaupun demikian, saya
bersyukur, karena malam ini saya masih bisa mengikutinya dari awal hingga akhir
dengan tidak sempurna. Ibu Aam Nurhasana atau biasa disapa Ibu Aam yang menjadi
Narasumber kali ini. Penasaran rasanya ingin segera menyelami pengalaman sang
motivator ulung dengan segudang prestasi.
Selaku kepala sekolah
(SMPS Mathla'ul Hidayah Cipanas Lebak banten), tentu bu Aam super sibuk apalagi
bu Aam juga bergelar ibu rumah tangga. Covid-19 telah mengantar bu Aam melalui
Om Jay PGRI dikenal sebagai penulis
aktif pada komunitas menulis. Berkat prestasinya yang gemilang, Bu Aam selalu
naik kelas dari seorang bloger menjadi moderator, selanjutnya diberikan
kepercayaan sebagai kurator sampai jadi editor. Pada beberapa kesempatan,
beliau juga dipercaya sebagai moderator dan bahkan sebagai Narasumber. Di kelas
menulis PGRI, beliau menjadi Narasumber untuk kesekian kalinya.
Dalam meniti karir
menjadi penulis, bu Aam tidak segan dan tidak
ragu dengan kerendahan hati, mau berbagi langkah menuju kesuksesan dalam
menulis. Menurut Bu Aam, salah satu kendala penulis adalah sulitnya menemukan
ide dan pesan yang akan disampaikan dalam menulis.
Tidak dapat dipungkiri kesan menulis itu sulit ternyata mampu ditaklukkan oleh bu Aam. Bagi
penulis pemula bu Aam menitipkan beberapa tips menuju sukses menulis, sebagai berikut:
1. Ide menulis bisa dari siapa saja,
terutama dari orang-orang dekat penulis, sahabat atau kerabat bahkan
lingkungan sekitar kita.
2. Ide tulisan bisa berasal dari benak
penulis, seperti kisah kehidupan kita, pengalaman atau perjuangan orang-orang
yang kita kagumi
3. eberapa pesan lain yang disampaikan,
diantara tentang kaum perempuan yang harus mau menerima paket kehidupan yang
Allah berikan dengan suka dukanya. Pesan soal perencaan sebagai hal yang
fundamental dari sebuah keberhasilan pendidikan, dll
Setelah ide
dan pesan yang akan disampaikan sudah kita miliki, maka selanjutnya membuat
outline. Penyusunan outline dapat memulainya dari mengumpulkan ingatan,
menentukan tokoh dan karakternya disetiap subjudul, menulis yang ada dalam
pikiran, awali dengan ayat alquran, hadits, kalimat bijak nan indah. menuangkannya dalam bentuk tulisan. Mulailah
dari nol menuju keberhasilan (pahlawan)/zero to seccess.
Dengan
menulis buku kita akan mampu menebar pengetahuan dan mendialogkan kebenaran.
Melalui buku, kita dapat mengikat makna, menghimpun dan menebar gagasan. Karya
buku dapat menjadi tanda terimakasih yang sangat berharga buat guru kita
tercinta. Menulis buku dapat menjadi proses perjuangan yang menyenangkan bagi
penulisnya, laksana malaikat menyampaikan wahyu atau designer merancang dan
membuat baju, atau seorang dirigen mengatur irama lagu.
Menurut bu
Aam, beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membuat outline adalah; mengumpulkan
materi-materi yang mendukung, seperti: data konkret, teori pendukung, gambar,
ilustrasi dan lain-lain sesuai kebutuhan tulisan kita. Memilih tema atau topik
tulisan, disini tulisan akan disusun dalam berbagi bentuk baik bersipat
reflektif, persuasif, informatif, berangkat dari hasil penelitian, atau
kombinasi dari beberapa hal. Memilih topik tertentu, akan membatu kita menjaga
poko masalah dalam tulisan terus dan tetap pada tujuan yang akan disampaikan kepada
audien. Dengan demikian, tulisan akan lebih terarah dan lebih mudah untuk diselesaikan
dengan baik dan cepat.
Sebagai
penulis pemula, Bu Aam juga menyarankan
agar menulis buku Antologi. Dengan
menulis buku antologi kita bisa belajar banyak dari penulis lainnya. Menulis
buku antologi juga dapat menjadi sarana memacu semangat dan memotivasi penulis
pemula dalam menyelesaikan tulisannya. Sehingga penulis pemula lebih mampu
memberanikan diri membuat buku utuh dengan khas jenis tulisan masing-masing
maupun tim. Dengan demikian dapat disimpulkan menulis buku antologi menjadi motivasi awal dalam menulis buku bagi para pemula.
Setiap penulis
memiliki tujuan tertentu dalam menyelesaikan tulisannya mulai dari tujuan yang
paling sederhana hingga yang paling komplit. Bagi penulis pemula apapun tujuan
tersebut yang terpenting adalah menyelesaikan tulisanya menjadi sebuah tulisan
yang dapat dibaca dan nikmati audien. Namun, berbagai faktor baik internal
maupun eksternal mengakibatkan tulisan tidak dapat dinikmati oleh audien.
Walaupun, era globalisai dengan teknologi komunikasi tulisan akan mudah sampai
kepada pembaca, namun beberapa tempat tidak. Dengan mewujudan tulisan-tulisan kedalam bentuk buku, maka
pesan yang akan disampaikan oleh penulis akan mencapai tujuannya secara
meyeluruh hingga ke pelosok daerah.
Beberapa makna yang tersembunyi dari kata-kata bijak dan oleh orang-orang hebat dapat diteladani bagi penulis pemula. Menulislah karena hanya dengan menulis kita yang biasa dapat menjadi luar biasa, hal ini sangat tepat sekali ditujukan kepada bu Aam selaku narasumber pertemuan ke-6 malam ini.
Siap 💁👌 dari biasa menjadi luar biasa
BalasHapus