MENULIS BUKU DARI KARYA ILMIAH
Ibu Noralia Purwa Yunita, M.Pd. Kelahiran Sumatera Barat dan mengembangkan karir di kota Bali
Pada pertemuan sebelumnya kita sudah membahas tentang tujuan menulis, manfaat menulis, tata cara menulis, dan tata cara memnyusun resume. Kali ini (pertemuan ke-4) kita akan membahas tentang tulisan bentuk karya ilmiah yang akan diubah kedalam bentuk buku.
Menurut para ahli “segala sesuatu yang dibuat berdasarkan kaidah ilmu pengetahuan dapat disebut bersifat ilmiah”. Jadi, karya ilmiah adalah tulisan yang dibuat secara runtun dan sistematis untuk memecahkan suatu permasalahan dengan landasan teori dan metode-metode ilmiah serta sesuai dengan data, fakta, dan solusi mengenai suatu permasalahan. Oleh karena itu, tulisan yang berbentuk karya ilmiah sangat erat kaitannya dengan dunia pendidikan dan penelitian, seperti; S1, S2, S3 dan lembaga penelitian baik dalam bentuk skripsi, tesis, makalah dan hasil penelitian.
Bagi guru menulis bentuk karya ilmiah merupakan amanat Peraturan Menteri Negara Pendayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 16 tahun 2009 tentang “PKB”.
Pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah pengembangan kompetensi yang dilakukan guru sesuai kebutuhan, bertahap, dan berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan profesionalitas. Pengembangan keprofesian berkelanjutan menulis karya ilmiah bagi guru dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk, misalnya; makalah, PTK, artikel, best praktice, dan karya inovatif.
Selanjutnya, tulisan karya ilmiah akan memiliki nilai tambah atau manfaat yang lebih, maka dapat diubah ke dalam bentuk buku. Selain agar tulisan dapat dibaca oleh para audien lainnya, tulisan yang sudah dibuat kedalam bentuk buku akan menjadi referensi bagi para guru, siswa dan kalangan pendidikan lainnya. Jika diterbitkan oleh percetakan yang profesional buku karya ilmiah karya kita juga akan memiliki ISBN. Ini sangat penting dan mungkin dibutuhkan bagi para guru untuk menambah nilai angka kredit. Selain itu, buku yang telah dicetak akan lebih bermanfaat jika dikirimkan ke daerah yang belum dapat dijangkau oleh kemajuan teknologi internet.
CARA MENGUBAH PTK MENJADI BUKU? ....
1. Ubah judul KTI atau PTK kita menjadi judul populer
Judul KTI VERSI BUKU hanya berfokus pada objek penelitian saja. Hilangkan materi, subjek, tempat penelitian.
Sebagai contoh
JUDUL TESIS
Pengembangan modul berbasis riset pada materi reaksi redoks untuk meningkatkan keterampilan generik sains siswa kelas X SMA
Ketika diubah menjadi JUDUL BUKU
" kiat menulis modul berbasis riset"
Tinggal ditambah kata : KIAT, JURUS, STRATEGI, CARA SUKSES atau yang lainnya
2. Ubah bab I (pendahuluan) pada KTI menjadi bab I buku
Namun, disini ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu:
A. Hapus rumusan masalah
B. Hapus definisi operasional
C. Hapus manfaat penelitian
Kita dapat mengisi bab I ini dengan memasukan permasalahan pembelajaran secara umum, alasan menggunakan metode/media/model pada pembelajaran, atau materi pelajaran yang kita teliti
3. Bab II dan seterusnya pada KTI versi buku dapat diambil dari pengembangan kajian teori pada bab II KTI asli dan dapat dikembangkan menjadi beberapa bab.
4. Bab berikutnya dapat diambil dari hasil penelitian dan pembahasan.
Secara penulisan dan tata bahasa, karya ilmiah versi buku haruslah berbeda dengan versi laporan. Susunan dan gaya tulisan bebas terserah penulis, karena setiap penulis memiliki ide dan kreativitas masing-masing sesuai dengan pengalaman dan bahan bacaannya. Semakin literatnya penulis maka akan semakin oke buku yang dia tulis. Hal ini karena membaca, berpikir dan menulis adalah satu rangkaian literasi yang tidak dapat dipisahkan. Selain itu, kita harus mengupayakan agar pembaca memahami isi buku kita secara lengkap, dan mengena apabila menjadi karya ilmiah kita diubah menjadi buku.
Berikanlah ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian yang anda lakukan agar pembaca yakin bahwa anda benar-benar telah melakukan penelitian tersebut.
Menghilangkan semua kata Penelitian/ laporan PTK, laporan skripsi dan lainnya yang biasanya ada di karya ilmiah.
Baca kembali tulisan yang dibuat lakukan berbagai parafrase agar tidak terdekteksi oleh sistem kontrol plagiarisme.
Dengan demikian, membuat buku dari karya ilmiah BUKAN BERARTI HANYA mengubah cover dan judul saja sementara isi sama persis dengan KTI yang sudah kita punya. Itu merupakan suatu kesalahan karena jika seperti itu akan menjadi self plagiarisme untuk karya kita.
Lancar sekali menulisnya. Selamat ya...
BalasHapus