MENERBITKAN BUKU SEMAKIN MUDAH DI PENERBIT INDIE
Resume ke-7, Senin, 26 Juli 2021
Pertemuan ke-7 : Senin, 26 Juli
2021 Jam 19.00 WIB
Tema
: Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie
Nara Sumber :
Raimundus Brian Setiawan, S. Pd.
Gelombang : 19
Malam
ini adalah pertemuan ke-7 , kembali om Jay
memperkenalkan guru muda berbakat selaku narasumber pada kelas menulis PGRI. Raimundus
Briyan Prasetyawan, S.Pd, itulah beliau kelahiran 1992. Walaupun usia beliau boleh
dikatakan muda, tapi prestasi dalam dunia menulis sangat luar biasa.
Mas Brian,
didampingi oleh Bu Aam yang sudah dikenal melalui kegiatan belajar menulis ini.
Keduanya merupakan talenta hebat yang sudah banyak membantu om Jay menjalankan
misi literasi di nusantara melalui kelas menulis PGRI.
Tantangan berikutnya
bagi seorang penulis adalah bagaimana tulisan yang berbentuk buku dapat diterbitkan.
Dulu, menerbitkan buku
merupakan salah satu kendala yang dialami oleh penulis, sehingga untuk menekuni
dunia menulis diperlukan motivasi yang kuat. Oleh karena itu menulis buku hanya
dilakukan oleh orang-orang tertentu hingga bebera puluh tahun. Pada saat itu,
penulis hanya mengenal penerbit mayor saja seperti (Gramedia, Grasindo dan Elex
media, dan sebagainya).
Benar sebuah kebanggaan
bisa menerbitkan buku di penerbit mayor, tidak mengeluarkan biaya cetak, segala
urusan terkait desain cover, mengurus ISBN, layout, dan format naskah
sudah ditangani penerbit. Begitu naskah sudah terbit kita sebagai penulis akan
mendapat buku yang kita tulis 10 eksemplar dengan minimal cetak 3000 eksemplar,
dan buku kita sudah didistribusikan oleh penerbit yang sudah bekerja sama
dengan beberapa toko-toko buku besar di seantero tanah air. Tetapi, yang perlu
diingat memang sangat tidak mudah menerbitkan buku di penerbit mayor, karena
seleksi sangat cukup ketat.
Tahap seleksi naskah dari
berbagai komponen menjadi tantangan untuk bisa menembus penerbit mayor. Penulis
harus berjuang hingga benar-benar sempurna untuk bisa diterima oleh suatu
penerbit mayor. Setelah naskah tulisan diterimapun proses penerbitannya sangat
lama.
Beberapa tahun belakangan, seiring
perkembangan teknologi percetakan dan pencanangan program literasi, maka penerbit
indie mulai tumbuh bak jamur.
Bagi penulis pemula, tentunya penerbit indie menjadi solusi untuk bisa
mewujudkan impian memiliki buku karya sendiri. Sebuah kebanggaan tersendiri
sebagai katalis dalam menciptakan tulisan buku-buku yang akan menuju penerbit
mayor.
Kehadiran penerbit indie semakin mempermudah penulis
yang ingin menerbitkan buku tanpa harus diseleksi. Walaupun demikian di
penerbit indie, penulis perlu keluar biaya untuk mendapat fasilitas pra cetak
penerbitan. Tetapi itu memang konsekuensi dari penerbitan tanpa seleksi,
sehingga biaya penerbitan menjadi tanggung jawab penulis untuk mendapat
fasilitas penerbitan yang memuaskan.
Penerbit indie yang bisa
menjawab rintangan tersebut. Selain naskah pasti diterbitkan, proses penerbitannya
pun mudah dan cepat
Kenapa harus penerbit indie
·
Naskah pasti diterbitkan
·
Proses penerbitan mudah dan cepat
·
Sangat cocok dengan penulis baru
Memang untuk
menerbit buku melalui penerbit indie itu relatif mudah dan tanpa proses seleksi
yang ketat. Namun bukan berarti penerbit indie tidak memiliki aturan dalam
proses penerbitan. Oleh sebab itu, sangat perlu bagi setiap penulis yang ingin
menerbitkan buku memahami dengan baik ketentuan tiap penerbit dan memilih
yang cocok dengan selerah penulisnya. Penerbit memiliki penawaran dan ketentuan
yang berbeda-beda. Berikut salah satu ketentuan yang berlaku pada penerbit
Indie, format naskahnya adalah :
·
Ukuran kertas A5 (14 x 20 cm)
·
Huruf times new roman
·
Ukuran huruf 12 pt
·
Spasi 1,5
·
Margin 2 cm semua
·
Dan paragraf rata kiri-kanan (justify)
Jangan lupa naskah buku
juga disertai kelengkapan naskah yaitu: Cover ( judul buku dan nama penulis
saja), Prakata, Daftar isi (tanpa nomor halaman), Profil
penulis, Sinopsis (3 paragraf. Masing-masing paragraf 3 kalimat)
Prakata wajib ada dan ditulis
oleh penulis sendiri. Kata Pengantar ditulis oleh orang lain dan tidak
wajib ada. Biasanya peserta belajar menulis meminta kata pengantar ke Om
Jay.
Beberapa fasilitas yang
diberikan penerbit Gemala antara lain adalah :Desain cover, ISBN, Layout, 2
buku bukti terbit, Dan E-Sertifikat.
Setiap penulis bisa dengan bebas memilih mau
menerbitkan buku dimana. Tidak ada ketentuan harus diterbitkan pada satu
penerbit tertentu. Penerbit mayor maupun indie menjadi pandangan dan tolak ukur
tersendiri bagi penulis. Namun, bagi penulis pemula Mas Brian mengenalkan satu
penerbit indie yang menjadi rekanannya selama ini yaitu Penerbit Gemala.
Semoga dengan mengenal penerbit indie, menulis pun semakin semangat.
BalasHapus